GERHANA.jpg

 

Jika Anda belum ada rencana untuk bepergian di bulan Maret, maka lebih baik Anda pergi ke Palu, Sulawesi Tengah. Mengapa begitu? Karena pada 9 Maret 2016 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah Gerhana Matahari Total (GMT) yang bisa dilihat paling lama di kawasan Palu, Poso dan Luwuk selama 2 menit 50 detik.

 

Informasi dari laman Tech Times pada Selasa (22/2/2016), menyebutkan gerhana bulan total merupakan kejadian langka. Saat itu, bulan akan tepat melewati matahari dan bumi. Kemudian, bulan akan sepenuhnya menutupi permukaan matahari sehingga suasana akan terasa gelap tanpa cahaya matahari.

Langit Indonesia pada 9 Maret 2016 pagi akan gelap. Pada hari itu, matahari yang biasanya muncul sempurna akan ditutupi bulan. Sebuah fenomena langka terjadi: Gerhana Matahari Total.
Fenomena alam yang sangat langka ini memang akan membuat Indonesia menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Disebut langka karena rata-rata berlangsung dua kali setiap tahun dan hanya bisa dilihat oleh sebagian kecil kawasan di Bumi. Sebelumnya di sepanjang 2001 – 2020, ada tiga gerhana yang bisa dilihat di Indonesia yakni Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Januari 2009, GMT pada 9 Maret 2016 dan GMC lagi pada 26 Desember 2016.

 

GMT pada 9 Maret 2016 ini terbilang istimewa karena kita bisa melihat gerhana Matahari di sebagian pagi hari. Tak perlu teropong, kita bisa melihatnya secara langsung dengan menggunakan filter khusus matahari agar tidak merusak mata.

Untuk bisa menatap matahari secara langsung, kita harus menyingkirkan setidaknya 99,9968% dari energi yang diterima dari matahari. Angka ini (terutama pada dua digit terakhir itu) jelas bukan angka mistis yang turun dari langit. Besaran itu didapat dari hasil pengukuran yang akurat terhadap energi yang dipancarkan matahari berbanding yang mampu diterima oleh organ retina mata tanpa merusaknya. Ini bisa diperoleh lewat filter khusus untuk pengamatan matahari, yang hanya menyalurkan setidaknya 0,0032% cahaya (filterShade 12) atau yang biasa orang sebut kacamata gerhana. Cara-cara semacam melihat melalui film, pita magnetik, CD, gelas buram, dan sebagainya itu sebenarnya masih belum cukup aman untuk melindungi retina dari kerusakan.

Tapi itu bukan berarti kita harus mengurung diri dalam rumah saat terjadi gerhana. Berada diluar rumah pada saat gerhana matahari sama amannya (atau sama berbahayanya) dengan berada di luar rumah pada hari-hari biasa, sepanjang kita tidak menatap langsung ke arah matahari. Namun pada saat matahari berada dalam fase gerhana total, adalah aman untuk menatap matahari secara langsung (ingat, hanya pada saat fase total saja).
Penjelasan ilmiahnya, karena walaupun ukuran (diameter) bulan 400 kali lebih kecil dari matahari, letaknya juga 400 kali lebih dekat. Dengan demikian, saat fase total, ketika bulan tepat berada segaris dengan matahari, ukuran bulan akan tepat sama besar dengan ukuran piringan matahari, dan secara efektif akan menghalangi bagian matahari yang paling terang dari pengelihatan. Saat itu kita bisa sejenak meninggalkan peralatan filter untuk menatap pemandangan langka itu: matahari dengan gemerlap koronanya yang bependar ditengah gelapnya langit siang hari.

 

GMT bakal dimulai saat Matahari terbit di Samudera Hindia lalu ke arah timur dan berakhir di sebelah barat Amerika Utara saat matahari terbenam. Beberapa daerah yang dilewati peristiwa eksotis ini adalah Palembang (1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palangkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), dan Halmahera (1 menit 36 detik).

 

Untuk Kota Palu :

Durasi 2 menit 4 detik

Mulai gerhana 07:27:51 WITA

Mulai Gerhana Matahari Total 08:37:47 WITA

Akhir Gerhana Matahari Total 08:39:52 WITA

Berakhir gerhana 10:00:34 WITA

 

Hingga saat ini ratusan wisatawan dari Jepang, Amerika Serikat dan Inggris sudah memastikan kedatangannya untuk melihat GMT.

 

Titik yang akan dijadikan pengamatan adalah Teluk Palu yang terletak di tengah-tengah kota dan tak jauh dari kawasan hotel namun ada juga yang pergi ke titik yang lebih sempurna yaitu Gumbasa di Kabupaten Sigi.

 

 

 

 

Sumber :

http://plus.kapanlagi.com/9-maret-2016-cuma-indonesia-bisa-amati-gerhana-matahari-total-e6cad9.html

http://traveling.bisnis.com/read/20160216/224/519658/lokasi-ideal-menyaksikan-gerhana-matahari-total-9-maret/7

https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_Matahari_9_Maret_2016

https://tekno.tempo.co/read/news/2016/02/18/061746024/begini-gerhana-matahari-9-maret-yang-akan-tampak-di-aceh

www.gerhana.langitselatan.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s