Definisi Nadzar

Nadzar adalah tindakan mukallaf yang mewajibkan pada dirinya melakukan sesuatu untuk Allah, dimana sesuatu itu pada dasarnya tidak wajib baginya dengan lafadz yang mengandung makna tersebut, seperti perkataan, “Saya bernadzar akan melakukan ini…”. Dan lainnya yang semisalnya.

.

Disyariatkannya Nadzar

Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa bernadzar untuk taat kepada Allah. Maka hendaknya ia mentaati-Nya dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah, maka hendaknya ia tidak bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Al-Bukhari No.6696)

Terdapat pula dalam QS. Al-Baqarah: 270 dan QS. Al-Insan: 7.

.

Nadzar Ada Dua Macam

  • Nadzar muthlaq yaitu tindakan mewajibkan sebuah perbuatan (yang tidak wajib) atas diri sendiri tanpa mensyaratkan terjadinya sesuatu. Seperti jika mengatakan, “Saya bernadzar shalat dua raka’at untuk Allah.”

  • Nadzar mu’allaq yaitu tindakan mewajibkan sebuah perbuatan dan mensyaratkannya dengan datangnya sebuah kenikmatan atau terhindar dari bala. Seperti jika mengatakan, “Jika Allah menyembuhkan saya dari penyakit yang saya derita, maka saya akan memberi makan orang-orang miskin.” Nadzar mu’allaq hukumnya makruh.

.

Lalu Bagaimana jika Bernadzar kemudian Mengingkarinya?

Barangsiapa bernadzar melakukan sesuatu yang disyariatkan Allah atau yang tidak disyariatkan, namun ia tidak mampu melakukannya, maka ia tidak perlu melakukannya dan ia wajib membayar kafarah.

Adapun kafarahnya berupa kafarah sumpah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Kafarah (penebus) nadzar adalah kafarah sumpah.” (HR. Muslim No.1645 dan An-Nasa’i 7/26)

Adapun kafarah sumpah berupa salah satu dari ketentuan berikut:

  1. Memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu.
  2. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin.
  3. Memerdekakan seorang budak.

Jika tidak mampu melakukan kafarah di atas, maka berpuasa selama tiga hari. Perhatikanlah bahwa tidak boleh menebusnya dengan puasa kecuali tidak mampu melaksanakan di antara ketiga ketentuan di atas.

Allah Ta’ala berfirman,

“Allah menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar) dan jagalah sumpahmu.. Demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. Al-Maidah: 89)

Nabi shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Sesungguhnya nadzar tidak bisa mempercepat (taqdir) sedikit pun dan juga bisa mengundurnya, nadzar hanya keluar dari (mulut) orang bakhil.” (HR. Al-Bukhari No. 6692 dan HR. Muslim No. 1639)

.

Referensi : Kitab Fiqih Sunnah Wanita Edisi Lengkap Oleh Kamal bin As Sayyid Salim. Penerbit Tiga Pilar. – dengan sedikit perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s