.

Tepatkah cara kita mencuci beras?

Kendati terkesan remeh, bahkan telah menjadi pekerjaan harian, tidak semua orang mengetahui cara baik mencuci beras. Tak jarang, akibat kekeliruan mencuci, mengakibatkan tubuh kekurangan vitamin B1 (thiamin).

Selama ini, kebanyakan orang mencuci beras berkali-kali hingga air cucian bening. Cara mencuci demikian dilatari mitos turun temurun, yaitu bila dicuci sangat bersih, menyebabkan nasi tak gampang basi.

Cara mencuci demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah dosen pada Program Boga, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tidak tepat. Penyebabnya, menurut Dra Rusilanti MSi yang memimpin penelitian bertajuk, ”Pengaruh Pencucian Beras Terhadap Kandungan Vitamin B1”, justru mengurangi kandungan vitamin B1 yang berguna bagi tubuh.

.

Bagaimana cara terbaik?

Berdasarkan riset beranggotakan Dra Yati Setiati dan Ir Ari Istiani MSi itu, tersingkap cara baik mencuci beras cukup denga ndua kali pencucian. ”Paling maksimal, cukup tiga kali dibilas dengan air,” jelas Lanti.

Dengan metode eksprimen, riset itu membuktikan pengaruh frekuensi pencucian beras terhadap kandungan vitamin B1 yang ada pada beras (sebelum dicuci mengandung 0,2850 miligram). Pengaruh pencucian dengan sekali cuci menyebabkan kandungan vitamin B1 berkurang, menjadi 0,2475 mg. Dua kali pencucian, kandungan vitamin B1 menjadi 0,1765 mg. Pencucian tiga kali, vitamin B1-nya tersisa 0,1560.


Bagaimana bila beras digosok saat dicuci?

Vitamin B1 yang dikandung saat dicuci sekali dengan penggosokan, mengakibatkan kian berkurang, menjadi 0,2090 mg (dua kali dengan penggosokan 0,1650 mg, dan tiga kali dengan penggosokan 0,1435 mg). ”Jadi tak perlu digosok, agar kandungan vitamin B1 tak berkurang meski memang penurunannya tak terlampau signifikan,” ujar Rusilanti.

Dengan pencucian terlampau bersih, menurut Rusilanti, berpeluang kekurangan vitamin B1 bagi yang memakan nasi tersebut. Padahal, seorang pria dewasa membutuhkan 1,22 mg vitamin B1 per hari (wanita 1,03 mg per hari). Akibatnya? Kekurangan vitamin B1 ini dapat membuat, di antaranya, gangguan metabolisme karbohidrat, bahkan mengakibatkan penyakit beri-beri. ”Bila pencuciannya tepat, orang tak perlu mendapatkan vitamin B1 dari suplemen lain,” jelasnya sembari mengungkapkan tak ada kaitan frekuensi pencucian dengan basi atau tidaknya beras.


Sumber: Republika, dikutip dari milis balita-anda, dengan sedikit perubahan.

6 responses »

  1. khanifa mengatakan:

    biasanya cm dicuci sekali aja. kadang-kadang kl beras bersegel, ga pake dicuci. heeheee..soalnya sayang ma air aqua, sementara air tanah di sebuah daerah tempat tinggal di depok tidak layak minum

    Suka

  2. mita mengatakan:

    kalo nyuci beras cman 2 kali .nasi cepet bau .trus gmana dong

    Suka

  3. […] keren lainnya (orang keren disini yaitu orang yang berwawasan luas). Berikut kutipan dari postingan yang rani baca […]

    Suka

  4. Amisurajan mengatakan:

    Dari pengalamanku kalo bears Cuma dicuci sekali lebih cepat basi.tapi bau berasnya nggak hilang Lias tetap wangi kalo bears wangi.kalo dicuci Lebih dari sekali nggak cepat basi nasi lebijh tahan lama tapi bau wangi berasnya hilang.jadi terserah anda mau Nyuci sekali atau lebih.kalo aku kadang kucuci sekali kadang kucuci lebih sekali.tergantung sikon sih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s