Teman-teman, tahukah kalian Allah subhanahu wa ta’ala dimana?


Apakah Allah Ta’ala di hati kita?


Apakah Allah Ta’ala dimana-mana?


Apakah Allah Ta’ala tidak dimana-mana?


Apakah Allah Ta’ala tidak di atas dan tidak di bawah?


Lalu dimanakah Allah Ta’ala?



SKY


Apakah teman-teman tahu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berada di atas langit? Di atas tujuh lapis langit, Dia bersemayam di atas ‘Arsy-Nya.


Oh tentu… Allah berada di atas langit, Dia bersemayam di atas ‘Arsy-Nya.


Adapun dalil dari al Qur’an yang membuktikannya sbb :


“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana) untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada keizinan-Nya” (Yunus: 3)


“Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu”.(Ar-Ra’d: 2)


Jika teman-teman ingin lebih membuktikannya lagi, silahkan lihat Al-Furqan: 59, As-Sajdah: 4-5, Fathir: 10, Al-Mulk: 16.


Imam Muslim dan lainnya telah meriwayatkan dari Muawiyyah bin al-Hakam as-Sulami Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.


“Artinya :


Aku memiliki sekawanan kambing yang berada di antara gunung Uhud dan Jawwaniyah, di sana ada seorang budak wanita. Suatu hari aku memeriksa kambing-kambing itu, tiba-tiba aku dapati bahwa seekor serigala telah membawa (memangsa) salah satu diantara kambing-kambing itu, sementara aku seorang manusia biasa, aku menyesalinya, lalu aku menampar wanita itu.


Kemudian kudatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kuceritakan kejadian tersebut kepadanya, beliaupun membesarkan peristiwa itu atasku,


Kukatakan (kepadanya) : ‘Wahai Rasulullah, tidakkah (lebih baik) aku memerdekakannya?’


Beliau berkata : ‘Panggillah ia!’


Lalu aku memanggilnya, maka beliau berkata kepadanya : ‘Dimana Allah?’


Wanita itu menjawab : ‘Di atas’.


Beliau bertanya lagi : ‘Siapakah aku?’


Ia menjawab : ‘Engkau adalah utusan Allah!’


Beliau berkata : ‘Bebaskanlah (merdekakanlah dia)! karena sesungguhnya dia adalah seorang wanita yang beriman’.”


[HR. Ahmad V/447, Muslim No. 537]



Jadi, teman-teman jangan katakan lagi ya kalau Allah Ta’ala di sini dan di situ, tapi katakanlah bahwa Allah Ta’ala berada di atas langit, Dia bersemayam di atas ‘Arsy-Nya.



.

.

.

Sumber:

http://www.almanhaj.or.id/content/2271/slash/0

[Diterjemahkan dari kitab Sittu Durror karya Syaikh Abdul Malik Al-Jazairi, oleh Abu Abdillah. Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 11 th. II Sya’ban 1425H/Oktober 2004M. Diterbitkan Ma’had Ali-AlIrsyad Surabaya, Alamat Perpustakaan Bahasa Arab Ma’had Ali Al-Irsyad Jl. Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya]

– AQIDAH SALAF ASHHABUL HADITS ditulis oleh Syaikhul Islam Abu Isma’il Ash-Shabuni (373H – 449 H).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s