<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Benteng Kehidupan™</title>
	<atom:link href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com</link>
	<description>Bentengi Diri Kita dengan Ilmu</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 06:39:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bentengkehidupan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f556622193f0823b9fd84e4ba22b1946?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Benteng Kehidupan™</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/osd.xml" title="Benteng Kehidupan™" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Antara Qadha dan Fidyah Bagi Ibu Hamil dan Menyusui</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/07/01/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/07/01/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 09:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As SuNNaH]]></category>
		<category><![CDATA[FaTaWa]]></category>
		<category><![CDATA[WaNiTa]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>
		<category><![CDATA[NiFaS]]></category>
		<category><![CDATA[PuaSa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1767</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/07/01/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1767&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/07/puasa.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1781" title="puasa" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/07/puasa.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Kondisi fisik seorang wanita dalam menghadapi kehamilan dan saat-saat menyusui memang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, kalori yang dibutuhkan untuk memberi asupan bagi sang buah hati adalah sama, yaitu sekitar 2200-2300 kalori perhari untuk ibu hamil dan 2200-2600 kalori perhari untuk ibu menyusui. Kondisi inilah yang menimbulkan konsekuensi yang berbeda bagi para ibu dalam menghadapi saat-saat puasa di bulan Ramadhan. Ada yang merasa tidak bermasalah dengan keadaan fisik dirinya dan sang bayi sehingga dapat menjalani puasa dengan tenang. Ada pula para ibu yang memiliki kondisi fisik yang lemah yang mengkhawatirkan keadaan dirinya jika harus terus berpuasa di bulan Ramadhan begitu pula para ibu yang memiliki buah hati yang lemah kondisi fisiknya dan masih sangat tergantung asupan makanannya dari sang ibu melalui air susu sang ibu.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Kedua kondisi terakhir, memiliki konsekuuensi hukum yang berbeda bentuk pembayarannya.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>1. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya Saja Bila Berpuasa</strong></span><br />
Bagi ibu, untuk keadaan ini maka wajib untuk mengqadha (tanpa fidyah) di hari yang lain ketika telah sanggup berpuasa.</p>
<p>Keadaan ini disamakan dengan orang yang sedang sakit dan mengkhawatirkan keadaan dirinya. Sebagaimana dalam ayat,</p>
<p><em>“Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”</em>(Qs. Al Baqarah[2]:184)</p>
<p>Berkaitan dengan masalah ini, Ibnu Qudamah <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Kami tidak mengetahui ada perselisihan di antara ahli ilmu dalam masalah ini, karena keduanya seperti orang sakit yang takut akan kesehatan dirinya.” (<em>al-Mughni</em>: 4/394)</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>2. Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan Dirinya dan Buah Hati Bila Berpuasa</strong></span></p>
<p>Sebagaimana keadaan pertama, sang ibu dalam keadaan ini wajib mengqadha (saja) sebanyak hari-hari puasa yang ditinggalkan ketika sang ibu telah sanggup melaksanakannya.</p>
<p>Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para sahabat kami (ulama Syafi’iyah) mengatakan, ‘Orang yang hamil dan menyusui, apabila keduanya khawatir dengan puasanya dapat membahayakan dirinya, maka dia berbuka dan mengqadha. Tidak ada fidyah karena dia seperti orang yang sakit dan semua ini tidak ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah). Apabila orang yang hamil dan menyusui khawatir dengan puasanya akan membahayakan dirinya dan anaknya, maka sedemikian pula (hendaklah) dia berbuka dan mengqadha, tanpa ada perselisihan (di antara Syafi’iyyah).’” <em>(al-Majmu’</em>: 6/177, dinukil dari majalah <em>Al Furqon</em>)</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>3 .Untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang Mengkhawatirkan Keadaan si Buah Hati saja</strong></span></p>
<p>Dalam keadaan ini, sebenarnya sang ibu mampu untuk berpuasa. Oleh karena itulah, kekhawatiran bahwa jika sang ibu berpuasa akan membahayakan si buah hati bukan berdasarkan perkiraan yang lemah, namun telah ada dugaan kuat akan membahayakan atau telah terbukti berdasarkan percobaan bahwa puasa sang ibu akan membahayakan. Patokan lainnya bisa berdasarkan diagnosa dokter terpercaya – bahwa puasa bisa membahayakan anaknya seperti kurang akal atau sakit -. (Al Furqon, edisi 1 tahun 8)</p>
<p>Untuk kondisi ketiga ini, ulama berbeda pendapat tentang proses pembayaran puasa sang ibu. Berikut sedikit paparan tentang perbedaan pendapat tersebut.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang ibu untuk membayar qadha saja.</strong></span></p>
<p>Dalil yang digunakan adalah sama sebagaimana kondisi pertama dan kedua, yakni sang wanita hamil atau menyusui ini disamakan statusnya sebagaimana orang sakit. Pendapat ini dipilih oleh Syaikh Bin Baz dan Syaikh As-Sa’di rahimahumallah</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk membayar fidyah saja.</strong></span></p>
<p>Dalill yang digunakan adalah sama sebagaimana dalil para ulama yang mewajibkan qadha dan fidyah, yaitu perkataan Ibnu Abbas <em>radhiallahu’anhu</em>, “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” ( HR. Abu Dawud)</p>
<p>dan perkataan Ibnu ‘Umar<em> radhiallahu’anhu </em>ketika ditanya tentang seorang wanita hamil yang mengkhawatirkan anaknya, maka beliau berkata, “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.” (al-Baihaqi dalam <em>Sunan </em>dari jalan Imam Syafi’i, sanadnya shahih)</p>
<p>Dan ayat Al-Qur’an yang dijadikan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui hanyaf membayar fidyah adalah, <em>“Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar diyah (yaitu) membayar makan satu orang miskin.”</em> (Qs. Al-Baqarah [2]: 184)</p>
<p>Hal ini disebabkan wanita hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan anaknya dianggap sebagai orang yang tercakup dalam ayat ini.</p>
<p>Pendapat ini adalah termasuk pendapat yang dipilih Syaikh Salim dan Syaikh Ali Hasan <em>hafidzahullah</em>.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dalil ulama yang mewajibkan sang Ibu untuk mengqadha dengan disertai membayar fidyah</strong></span></p>
<p>Dalil sang ibu wajib mengqadha adalah sebagaimana dalil pada kondisi pertama dan kedua, yaitu wajibnya bagi orang yang tidak berpuasa untuk mengqadha di hari lain ketika telah memiliki kemampuan. Para ulama berpendapat tetap wajibnya mengqadha puasa ini karena tidak ada dalam syari’at yang menggugurkan qadha bagi orang yang mampu mengerjakannya.</p>
<p>Sedangkan dalil pembayaran fidyah adalah para ibu pada kondisi ketiga ini termasuk dalam keumuman ayat berikut,</p>
<p>“…Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin…” (Qs. Al-Baqarah [2]:184)</p>
<p>Hal ini juga dikuatkan oleh perkataan Ibnu Abbas <em>radhiallahu’anhu</em>, “Wanita hamil dan menyusui, jika takut terhadap anak-anaknya, maka mereka berbuka dan memberi makan seorang miskin.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam Irwa’ul Ghalil). Begitu pula jawaban Ibnu ‘Umar <em>radhiallahu’anhu</em> ketika ditanya tentang wanita hamil yang khawatir terhadap anaknya, beliau menjawab, “Hendaklah berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari yang ditinggalkan.”</p>
<p>Adapun perkataan Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar <em>radhiallahu’anhuma</em> yang hanya menyatakan untuk berbuka tanpa menyebutkan wajib mengqadha karena hal tersebut (mengqadha) sudah lazim dilakukan ketika seseorang berbuka saat Ramadhan.</p>
<p>—</p>
<p>Demikian pembahasan tentang qadha dan fidyah yang dapat kami bawakan. Semoga dapat menjadi landasan bagi kita untuk beramal. Adapun ketika ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, maka ketika saudari kita menjalankan salah satu pendapat ulama tersebut dan berbeda dengan pendapat yang kita pilih, kita tidak berhak memaksakan atau menganggap saudari kita tersebut melakukan suatu kesalahan.</p>
<p>Semoga Allah memberikan kesabaran dan kekuatan bagi para Ibu untuk tetap melaksanakan puasa ataupun ketika membayar puasa dan membayar fidyah tersebut di hari-hari lain sambil merawat para buah hati tercinta. Wallahu a’alam.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Maraji’:<br />
Majalah<em> As Sunnah</em> Edisi Khusus Tahun IX/1426H/2005M<br />
Majalah<em> Al Furqon</em> Edisi 1 Tahun VII 1428/2008<br />
Majalah <em>Al Furqon</em> Edisi Khusus Tahun VIII 1429/2008<br />
Kajian <em>Manhajus Salikin</em>, 11 Desember 2006 bersama Ust. Aris Munandar hafidzahullah<br />
<em>Panduan dan Koreksi Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan,</em> Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah. Majelis Ilmu. Cet 1 2008</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Sumber : http://www.facebook.com/home.php?sk=group_166647790053822&amp;view=doc&amp;id=192304690821465, diambil dari http://muslimah.or.id/fikih/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui.html</p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/'>As SuNNaH</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/fatawa/'>FaTaWa</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/wanita/'>WaNiTa</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/nifas/'>NiFaS</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/puasa-as-sunnah-2/'>PuaSa</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/wanita/'>WaNiTa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1767/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1767&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/07/01/antara-qadha-dan-fidyah-bagi-ibu-hamil-dan-menyusui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/07/puasa.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/07/puasa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">puasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/07/puasa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">puasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menyimpan ASI</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/06/20/cara-menyimpan-asi/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/06/20/cara-menyimpan-asi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 09:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[KeSeHaTaN]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1766</guid>
		<description><![CDATA[ASIP yang telah dikeluarkan akan terpisah dalam beberapa lapisan. Hal ini biasa, cukup digoyang putar-putar botol tempat ASIP. . Para moms perlu memperhatikan hal-hal berikut: ASIP yang membeku harus dihangatkan dengan cepat, tetapi tidak dalam air mendidih, karena ASIP akan mengental. Jangan dibiarkan teralalu lama dalam suhu kamar. Mula-mula letakkan botol ASIP ke dalam air dingin,&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/06/20/cara-menyimpan-asi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1766&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ASIP yang telah dikeluarkan akan terpisah dalam beberapa lapisan. Hal ini biasa, cukup digoyang putar-putar botol tempat ASIP.</p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Para moms perlu memperhatikan hal-hal berikut:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">ASIP yang membeku harus dihangatkan dengan cepat, tetapi tidak dalam air mendidih, karena ASIP akan mengental. Jangan dibiarkan teralalu lama dalam suhu kamar.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Mula-mula letakkan botol ASIP ke dalam air dingin, kemudian secara perlahan-lahan beri air hangat sampai ASIP mencair, atau letakkan botol ASIP beku ke dalam kulkas, 12 jam sebelum ASIP diminumkan (hingga ASIP mencair dengan sendirinya).</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Setelah itu, hangatkan botol ASIP tersebut dengan merendamnya dalam air hangat 60 C, sebentar saja supaya ASIP mencapai suhu tubuh normal.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Sebelum diminumkan ke bayi, coba dulu dengan meneteskan pada punggung tangan.</span></li>
</ol>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<p><span style="color:#000000;">Dan ini yang perlu moms hindari:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">JANGAN menghangatkan ASIP dengan microwave oven, karena akan memberikan panas yang sangat tinggi. Disamping itu, microwave juga akan menghancurkan nutrisi dan bahan-bahan kekebalan yang terkandung dalam ASIP.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Tidak perlu merebus ASIP apabila akan diberikan kepada bayi</span></li>
</ol>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<p><span style="color:#000000;">Lamanya ASIP dapat bertahan pada suhu udara tertentu</span></p>
<p><span style="color:#000000;">*ASIP yang baru saja dikeluarkan (fresh) bisa bertahan antara 6-8 jam pada suhu udara 26 C atau kurang. Sedangakan dalam lemari es bisa bertahan antara 3-5 hari pada suhu udara 4 C atau kurang. Apabila moms menyimpan ASIP dalam freezer pada kulkas 1 pintu ASIP akan bertahan dalam waktu 2 minggu. Dan apabila disimpan dalam freezer pada kulkas 2 pintu bisa bertahan sampai 3 bulan.</span><br />
<span style="color:#000000;"> *ASIP yang sebelumnya sudah dibekukan dan dicairkan di lemari es, bisa bertahan paling lama 4 jam pada suhu udara. Dan dalam lemari es bisa bertahan 24 jam. Moms jangan memasukkan kembali ASIP dalam freezer.</span><br />
<span style="color:#000000;"> *Untuk ASIP yang telah dicairkan dengan air hangat, pada suhu udara harus diberikan sekaligus pada bayi. Dan dalam lemari es bisa bertahan 4 jam. Dan moms jangan memasukkan kembali dalam freezer.</span><br />
<span style="color:#000000;"> *Yang sudah diminumkan ke bayi dari botol yang sama, sisanya DIBUANG.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber dari : http://asibayi.com/2009/11/05/petunjuk-penyimpanan-asi/ yang diambil dari National Health and Medical Research Council Infant Feeding Guidelines</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/'>KeSeHaTaN</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/asi/'>ASI</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1766/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1766&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/06/20/cara-menyimpan-asi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/06/asi.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/06/asi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ASI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musik Mozart Tidak Meningkatkan kecerdasan</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/05/30/musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/05/30/musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 01:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[WaNiTa]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Kita mungkin tidak pernah tahu kebesaran yang maha Pencipta. Pengetahuan kita yang kita tahu selama ini mungkin itu tidak sebanding dengan apa yang diciptakan oleh NYA dan mungkin tanpa kita sadari bahwa adanya kita itu semua karenaNYA. . Selama lebih dari 15 tahun para peneliti mendiskusikan mengenai efek mendengarkan musik klasik dengan peningkatan fungsi kognitif&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/05/30/musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1755&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/mozart.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-1757" title="mozart" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/mozart.gif?w=300&#038;h=189" alt="" width="300" height="189" /></a></div>
<div><span style="color:#993300;"><br />
</span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="color:#993300;">Kita mungkin tidak pernah tahu kebesaran yang maha Pencipta. Pengetahuan kita yang kita tahu selama ini mungkin itu tidak sebanding dengan apa yang diciptakan oleh NYA dan mungkin tanpa kita sadari bahwa adanya kita itu semua karenaNYA.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span><br />
<span style="color:#993300;">Selama lebih dari 15 tahun para peneliti mendiskusikan mengenai efek mendengarkan musik klasik dengan peningkatan fungsi kognitif (otak). </span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span class="Apple-style-span" style="color:#993300;">Saat ini, peneliti dari Universitas Vienna, Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann telah mempresentasikan hasil penelitian mereka yang disebut dengan &#8220;Mozart effect&#8221; dalam US Journal Intelligence dimana penelitian ini menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti kuat yang menunjukkan terdapat peningkatan fungsi kognitif dengan mendengarkan musik Mozart.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">Sebelumnya Pada tahun 1993 dalam the Journal Nature, Psikolog dari Universitas California, Frances H Rauscher dkk, mengemukakan penemuannya dimana kemampuan spasial dari mahasiswa meningkat setelah mendengarkan musik Mozart. Mozart&#8217;s 1781 sonata untuk dua piano dalam D mayor (KV 448) dapat meningkatkan kemampuan kognitif dengan hanya mendengarkannya.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">Prof. Frances H Rauscher Waktu itu sangat ramai dibicarakan dalam media massa atas penelitian ini, beberapa komentator menyebutkan bahwa musik Mozart merupakan peluru ajaib guna meningkatkan kecerdasan anak. Bahkan Gubernur Georgia, Zell Miller, pada tahun 1998 menyakinkan setiap ibu hamil untuk mendengarkan musik klasik. Pada tahun yang sama, pemerintahan Florida mengeluarkan peraturan bahwa center day-care harus memainkan musik klasik minimal 1 jam dalam sehari. Membongkar Mitos, Studi komprehensif dari Universitas Vienna ini mensistesis seluruh studi yang meneliti topik &#8220;Mozart effect&#8221;. Didapatkan sekitar 40 studi independen baik yang dipublikasikan ataupun yang tidak dipublikasikan dari daerah US dan sekitarnya yang semuanya berjumlah sekitar lebih dari 3000 partisipan.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">Para Peneliti dari Universitas Vienna ini menyimpulkan dari berbagai bukti yang terkumpul bahwa ternyata tidak terdapat bukti yang mendukung bahwa mendengarkan musik Mozart dapat meningkatkan kemampuan spasial secara spesifik.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">&#8220;Peneliti merekomendasikan untuk mendengarkan musik Mozart namun bukan untuk tujuan meningkatkan kemampuan kognitif,&#8221; ujar Jakob Pietschnig, ketua penelitian studi ini. &#8220;Mozart effect&#8221; yang disebutkan oleh publikasi Rauscher&#8217;s di tahun 1993 di Nature tidak dapat dikonfirmasi.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">Meta-analisis dari Universitas Vienna mengemukakan bahwa &#8220;Mozart effect&#8221; merupakan salah satu legenda yang disebutkan di dalam buku yang ditulis oleh Psikolog Universitas Emory, Scott E. Lilienfeld yang berjudul &#8220;50 Great Myths of Popular Psychology&#8221;, dimana &#8220;Mozart effect&#8221; merupakan urutan ke-6.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#993300;">Sebenarnya yang dibutuhkan oleh seorang ibu hamil adalah ketenangan, sehingga akan berefek pada janin. <del>musik adalah salah satunya alternatif yang biasa digunakan oleh para ibu hamil dalam menenangkan diri dan tentunya musik tersebut yang disukai oleh pendengar. </del></span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.,.</span></div>
<div></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div><span style="color:#ffffff;">.</span></div>
<div>Sumber: <a href="http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2096776-musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/#ixzz17gDIYQWZ">http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2096776-musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/#ixzz17gDIYQWZ</a></div>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/wanita/'>WaNiTa</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1755&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/05/30/musik-mozart-tidak-meningkatkan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/mozart.gif?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/mozart.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">mozart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/mozart.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mozart</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidur Tenang tanpa Dengkur</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/24/tidur-tenang-tanpa-dengkur/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/24/tidur-tenang-tanpa-dengkur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 03:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[UmuM]]></category>
		<category><![CDATA[KeSehaTaN UmuM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1747</guid>
		<description><![CDATA[. Bahaya Mendengkur Mendengkur tidak hanya sangat menggangu rekan yang tidur dalam ruangan yang sama, tapi juga menganggu kesehatan sang pendengkur itu sendiri. Simak tips mengatasinya disini. Mendengkur merupakan salah satu gejala yang perlu diwaspadai sebagai pertanda adanya OSA (obstructive sleep apnea) yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.   Jangan Sepelekan Mendengkur Bila masalah mendengkur&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/24/tidur-tenang-tanpa-dengkur/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1747&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/tidur.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1748" title="tidur" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/tidur.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Bahaya Mendengkur</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mendengkur tidak hanya sangat menggangu rekan yang tidur dalam ruangan yang sama, tapi juga menganggu kesehatan sang pendengkur itu sendiri. Simak tips mengatasinya disini.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mendengkur merupakan salah satu gejala yang perlu diwaspadai sebagai pertanda adanya OSA (<em>obstructive sleep apnea</em>) yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> <span id="more-1747"></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Jangan Sepelekan Mendengkur</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Bila masalah mendengkur telah semakin menjadi maka sebaiknya diperlukan pemeriksaan dokter. Sebelumnya Anda dapat melakukan beberapa solusi alami dan perubahan gaya hidup untuk mengatasi masalah mendengkur agar tidur Anda dan pasangan atau rekan yang tidur seruangan dengan Anda dapat lebih berkualitas.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Ubahlah Posisi Tidur Anda</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tidur berbaring terlentang dapat menyebabkan dasar lidah dan langit-langit lunak menghalangi dinding belakang saluran pernapasan sehingga dapat menimbulkan suara yang bergetar. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat mencoba untuk tidur dengan posisi menyamping. Jika dengan posisi menyamping, Anda masih mendengkur maka kemungkinan penyebabnya adalah OSA (<em>obstructive sleep apnea</em>).</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Turunkan Berat Badan</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Jika Anda mulai mendengkur ketika berat Anda bertambah dan tidak mendengkur pada sebelumnya, maka penurunan berat badan dapat membantu. Ketika terjadi penumpukan lemak di sekitar leher maka dapat menyebabkan diameter saluran napas lebih kecil dan memicu kolapsnya dinding pernapasan sehingga menyebabkan dengkuran. Meskipun demikian orang yang kurus pun dapat mendengkur.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Hindari Alkohol</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Alkohol dan obat-obatan penenang dapat menurunkan tonus (kekuatan) otot-otot penyangga saluran pernapasan sehingga memicu terjadinya dengkuran.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Kebiasaan Tidur yang Baik</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Latihlah tubuh Anda untuk memiliki kebiasaan tidur yang baik dan tidak bergadang. Keadaan tubuh yang terlalu lelah saat tidur dapat menyebabkan otot-otot menjadi lebih lemah sehingga dapat memicu terjadinya dengkuran.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Pastikan Kebersihan Lingkungan Tidur</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Adanya bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi (alergen) dapat memicu terjadinya dengkuran. Untuk itu, pastikan Anda mengganti sprei dan sarung bantal Anda dengan rutin setiap 1-2 minggu sekali dan menjemur kasur dan bantal Anda dengan rutin pula setiap minimal 6 bulan sekali. Jangan biarkan hewan peliharaan Anda tidur di kamar atau tempat tidur Anda.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Jaga Hidrasi dengan baik</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Minumlah cairan dalam jumlah banyak. Menurut Institute of Medicine, wanita seharusnya minum 12 cangkir sehari dan pria 16 cangkir sehari. Bila tubuh mengalami dehidrasi maka akan membuat sekret (dahak, ludah, ingus) yang dikeluarkan pada saluran pernapasan menjadi lebih kental dan dapat menyebabkan dengkuran.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Pola Tidur Sehat</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Cobalah dengan tekun untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup 7-8 jam sehari, tidur menyamping dan tidur dalam lingkungan yang sehat. Pastikan kebutuhan porsi tidur mencukupi untuk mencapai tidur yang berkualitas.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Ke Dokter Jika Dengkuran Dirasa Semakin Parah</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Cara-cara tersebut dapat mengurangi keluhan mendengkur dengan cukup baik. Jika mendengkur masih juga terjadi, maka Anda perlu segera menghubungi dokter untuk menentukan penyebab dengkuran Anda.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Sumber : http://klikdokter.com/slideimage/read/2011/01/12/52/tidur-tenang-tanpa-dengkur</p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/umum/'>UmuM</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/kesehatan-umum/'>KeSehaTaN UmuM</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1747/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1747&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/24/tidur-tenang-tanpa-dengkur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/tidur.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/tidur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tidur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/tidur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tidur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panjang dan Berat Rata-Rata Janin Per Minggu</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/10/panjang-dan-berat-rata-rata-janin-per-minggu/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/10/panjang-dan-berat-rata-rata-janin-per-minggu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 06:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[KeSeHaTaN]]></category>
		<category><![CDATA[UmuM]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1735</guid>
		<description><![CDATA[Setiap bayi memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda, sehingga angka-angka di bawah ini hanya rata-rata. Panjang dan berat bayi dapat bervariasi secara substansial. Jangan terlalu khawatir jika hasil USG menunjukkan bahwa bayi kita jauh lebih kecil atau lebih besar. (Dokter akan memberitahukan jika ada masalah). Bisa jadi, bayi kita mungkin lahir dengan berat kurang dari 5 pound atau lebih&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/10/panjang-dan-berat-rata-rata-janin-per-minggu/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1735&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Setiap bayi memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda, sehingga angka-angka di bawah ini hanya rata-rata. Panjang dan berat bayi dapat bervariasi secara substansial. Jangan terlalu khawatir jika hasil USG menunjukkan bahwa bayi kita jauh lebih kecil atau lebih besar. (Dokter akan memberitahukan jika ada masalah). Bisa jadi, bayi kita mungkin lahir dengan berat kurang dari 5 pound atau lebih dari 9. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bayi diukur dari kepala (atau puncak) ke pantat (atau bawah) sampai sekitar 20 minggu. Hal ini karena kaki bayi meringkuk  selama semester pertama kehamilan dan sangat sulit untuk diukur.  Setelah itu, bayi diukur dari kepala ke kaki.</span></p>
<p style="text-align:auto;">&nbsp;</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Gestational age</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Length</strong> (US)</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Weight</strong> (US)</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Length</strong> (cm)</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>Mass</strong> (g)</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td colspan="2" valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>(crown to rump)</strong></span></td>
<td colspan="2" valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>(crown to rump)</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>8 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.63 inch</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.04 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1 gram</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>9 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.90 inch</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.07 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.3 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>10 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.22 inch</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.14 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.1 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>11 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.61 inch</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.25 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4.1 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">7 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>12 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.13 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.49 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">5.4 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">14 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>13 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.91 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">0.81 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">7.4 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">23 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>14 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.42 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.52 ounce</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">8.7 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">43 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>15 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.98 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.47 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.1 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">70 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>16 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4.57 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.53 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">11.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">100 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>17 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">5.12 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4.94 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">13 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">140 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>18 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">5.59 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">6.70 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">14.2 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">190 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>19 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">6.02 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">8.47 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">15.3 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">240 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>20 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">6.46 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.58 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">16.4 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">300 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td colspan="2" valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>(crown to heel)</strong></span></td>
<td colspan="2" valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>(crown to heel)</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>20 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.08 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.58 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">25.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">300 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>21 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.51 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">12.70 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">26.7 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">360 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>22 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">10.94 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">15.17 ounces</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">27.8 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">430 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>23 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">11.38 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.10 pound</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">28.9 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">501 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>24 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">11.81 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.32 pound</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">30 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">600 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>25 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">13.62 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.46 pound</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">34.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">660 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>26 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">14.02 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.68 pound</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">35.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">760 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>27 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">14.41 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1.93 pound</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">36.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">875 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>28 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">14.80 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.22 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">37.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1005 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>29 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">15.2 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.54 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">38.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1153 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>30 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">15.71 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2.91 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">39.9 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1319 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>31 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">16.18 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.31 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">41.1 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1502 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>32 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">16.69 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3.75 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">42.4 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1702 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>33 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">17.20 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4.23 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">43.7 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">1918 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>34 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">17.72 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">4.73 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">45 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2146 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>35 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">18.19 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">5.25 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">46.2 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2383 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>36 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">18.66 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">5.78 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">47.4 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2622 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>37 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">19.13 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">6.30 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">48.6 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">2859 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>38 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">19.61 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">6.80 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">49.8 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3083 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>39 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">19.96 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">7.25 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">50.7 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3288 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>40 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">20.16 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">7.63 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">51.2 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3462 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>41 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">20.35 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">7.93 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">51.7 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3597 grams</span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>42 weeks</strong></span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">20.28 inches</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">8.12 pounds</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">51.5 cm</span></td>
<td valign="top"><span style="color:#ff0000;">3685 grams</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:auto;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:auto;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:auto;"><span style="color:#000000;">Sumber : </span></p>
<p style="text-align:auto;"><span style="color:#000000;">http://www.babycenter.com/average-fetal-length-weight-chart, dicopas dari blog http://ummuyusufabdurrahman.wordpress.com/2011/01/14/panjang-dan-berat-rata-rata-janin-per-minggu/</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/'>KeSeHaTaN</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/umum/'>UmuM</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1735&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/04/10/panjang-dan-berat-rata-rata-janin-per-minggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/baby-shoes.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/04/baby-shoes.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">baby shoes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peradangan dan Pembengkakan Gusi Saat Hamil</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/03/26/pembengkakan-gusi-saat-hamil/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/03/26/pembengkakan-gusi-saat-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 03:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[GiGi daN MuLuT]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>
		<category><![CDATA[WaNiTa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1719</guid>
		<description><![CDATA[Gingivitis (peradangan gingiva/gusi) adalah masalah gigi dan mulut yang paling sering dijumpai saat masa kehamilan, yaitu dilaporkan sebanyak 60 hingga 75 % wanita hamil mengalaminya. Perubahan hormonal dan vaskular pada masa kehamilan dapat memperberat respon peradangan terhadap bakteri, terutama bila sang ibu memiliki kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Bila dilihat secara klinis tanda-tandanya&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/03/26/pembengkakan-gusi-saat-hamil/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1719&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Times New Roman', serif;font-size:medium;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Gingivitis</strong> (peradangan <strong>gingiva</strong>/gusi) adalah masalah gigi dan mulut yang paling sering dijumpai saat masa kehamilan, yaitu dilaporkan sebanyak 60 hingga 75 % wanita hamil mengalaminya. Perubahan hormonal dan vaskular pada masa kehamilan dapat memperberat respon peradangan terhadap bakteri, terutama bila sang ibu memiliki kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Bila dilihat secara klinis tanda-tandanya pada dasarnya sama seperti gingivitis pada umumnya yaitu gusi bengkak, merah, permukaannya mengkilat, mudah berdarah saat terkena sentuhan ringan. Perlekatan gusi ke gigi juga dapat terjadi kerusakan sehingga terjadi poket/saku gusi namun kedalamannya relatif dangkal.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perubahan gingiva tersebut paling nyata pada trimester pertama kehamilan yaitu kira-kira pada bulan kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga yaitu pada menjelang kelahiran, terutama pada gigi depan. Keparahan penyakit gusi ini akan berangsur-angsur berkurang setelah melahirkan, namun pada ibu yang mengalami penyakit gusi cukup berat, kondisi gusi belum tentu kembali normal seperti sebelum kehamilan.<span id="more-1719"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain gingivitis, masalah lain yang cukup sering dijumpai pada wanita hamil adalah pembesaran gingiva (gusi) yang menyerupai benjolan sehingga sering disebut sebagai <strong>pregnancy tumor</strong>, atau <strong>epulis gravidarum</strong>. Biasanya terjadi di gusi di antara dua gigi (interdental), dan dilaporkan terjadi pada 10 % wanita hamil. Epulis tipe ini berkembang dengan cepat, dan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perkembangannya cepat seiring dengan peningkatan hormon estrogen dan progestin pada saat kehamilan. Penyebab dari tumor kehamilan hingga saat ini masih belum dipastikan, namun diduga kuat berhubungan erat dengan perubahan hormonal yang terjadi pada saat wanita hamil. Faktor lain yang memberatkan keadaan ini adalah kebersihan mulut ibu hamil yang buruk.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/03/epulus31.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1721" title="epulus3" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/03/epulus31.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em><span style="color:#000000;">Gmbr. Pregnancy tumor pada wanita hamil. Kata-kata tumor disini bukan berarti kanker, namun merupakan penggambaran dari pembengkakan atau pembesaran jaringan yang terjadi secara spontan.</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><em>.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Lesi ini paling sering terjadi pada daerah anterior yaitu di daerah gigi depan selama trimester kedua dan dapat berkembang dengan cepat meskipun umumnya diameter lesi ini berukuran tidak lebih dari 2 cm. Tampak sebagai tonjolan pada gusi dengan warna yang bervariasi mulai dari merah muda, merah tua hingga papula yang berwarna keunguan, paling sering dijumpai pada rahang atas. Lesi ini umumnya tidak disertai rasa sakit, dan akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Namun seringkali dibutuhkan prosedur pembedahan minor yaitu dengan cara eksisi untuk menghilangkan lesi ini dengan sempurna.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Telah banyak literatur dan penelitian yang menyebutkan kaitan penyakit gusi dan kehamilan, di mana dikatakan ibu hamil yang menderita penyakit gusi dan periodontal lebih rentan untuk melahirkan bayi secara prematur dan berat badan lahir bayi kurang dari normal.  Bakteri yang menyebabkan penyakit periodontal tidak hanya bertempat di dalam rongga mulut saja namun dapat terbawa ke aliran darah. Bakteri tersebut berpotensi untuk menyebabkan masalah kesehatan di bagian tubuh yang lain, termasuk rahim ibu yang sedang mengandung.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perawatan gigi pada ibu yang sedang hamil sebisa mungkin dihindari, terutama pada saat trimester pertama saat sedang terjadi proses pembentukan janin. Selain itu prosedur perawatan yang memerlukan rontgen foto dan konsumsi obat-obatan juga sebaiknya dihindari karena beresiko terhadap kesehatan janin dan ibu. Bila ibu sudah memasuki trimester akhir di mana perut sudah semakin membesar, perawatan gigi tidak boleh terlalu lama karena ibu akan berada pada posisi berbaring dalam waktu yang cukup lama.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berat badan rahim dan janin dalam kandungan dapat menekan pembuluh darah balik, sehingga dapat terjadi penurunan tekanan darah dan berujung kepada hilangnya kesadaran. Dengan demikian, bagi para ibu yang merencanakan kehamilan sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan rongga mulutnya. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi sebaiknya dilakukan agar masalah gigi terdeteksi secara dini dan dapat dirawat sebelum ibu hamil.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Umumnya lesi ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya segera setelah ibu melahirkan bayinya, sehingga perawatan yang berkaitan dengan lesi ini sebaiknya ditunda hingga setelah kelahiran kecuali bila ada rasa sakit dan perdarahan terus terjadi sehingga mengganggu penyikatan gigi yang optimal dan rutinitas sehari-hari.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun pada kasus-kasus dimana epulis tetap bertahan setelah bayi lahir, diperlukan biopsi untuk pemeriksaan lesi secara histologis. Rekurensi yang terjadi secara spontan dilaporkan pada 75 % kasus, setelah 1 hingga 4 bulan setelah melahirkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bila massa tonjolan berukuran besar dan mengganggu pengunyahan dan bicara, tonjolan tersebut dapat diangkat dengan bedah eksisi yang konservatif. Namun terkadang tumor kehamilan ini dapat diangkat dengan Nd:YAG laser karena memberi keuntungan yaitu sedikit perdarahan.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><strong><span style="color:#000000;font-weight:normal;"><strong><span style="color:#ffffff;">.</span></strong></span></strong></span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">Sumber:</span></strong></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;"> </span></strong></span></strong><span style="color:#000000;">Klik Dokter : Menuju Indonesia Sehat. Dalam topik <em><a href="http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/236/epulis">Epulis</a>.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">drg. Martha Mozarth.<strong> </strong>Klik Dokter : Menuju Indonesia Sehat.  Dalam topik <em><a href="http://www.klikdokter.com/gigimulut/read/2010/09/27/225/periodontal-pada-wanita#">Periodontal pada Wanita</a></em><em> </em>.<em> </em></span></p>
<p><em> </em><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/gigi-dan-mulut/'>GiGi daN MuLuT</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/gigi-dan-mulut/'>GiGi daN MuLuT</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/wanita/'>WaNiTa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1719&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/03/26/pembengkakan-gusi-saat-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/03/epulus3.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/03/epulus3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">epulus3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/03/epulus31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">epulus3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidur dengan Kaki Menghadap Kiblat, Bolehkah?</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/17/tidur-dengan-kaki-menghadap-kiblat-bolehkah/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/17/tidur-dengan-kaki-menghadap-kiblat-bolehkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 09:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As SuNNaH]]></category>
		<category><![CDATA[FaTaWa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1706</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : al-Lajnah ad-Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta &#160; Pertanyaan: Bagaimana hukum menjulurkan kedua kaki ke kiblat di masjid? Dan bolehkah makan dan tidur di masjid? &#160; Jawaban: Tidak mengapa bagi seorang muslim menjulurkan kedua kakinya atau salah satu kakinya menghadap kiblat, baik itu di masjid atau di tempat lainnya. Dan juga tidak mengapa&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/17/tidur-dengan-kaki-menghadap-kiblat-bolehkah/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1706&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#000000;">Oleh : al-Lajnah ad-Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta</span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan:</strong> Bagaimana hukum menjulurkan kedua kaki ke kiblat di masjid? Dan bolehkah makan dan tidur di masjid?</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawaban:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tidak mengapa bagi seorang muslim menjulurkan kedua kakinya atau salah satu kakinya menghadap kiblat, baik itu di masjid atau di tempat lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan juga tidak mengapa ia makan di masjid ataupun tidur di sana jika ia membutuhkannya, tapi ia harus menjaga kebersihan masjid. Dan jika ia junub ketika tidur di masjid, hendaknya ia segera keluar ketika terbangun dan mandi junub. (Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah no. 5795)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Diterjemahkan dari :</em><em> </em><em><a href="http://alifta.com">http://alifta.com</a></em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;">* * *</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Oleh : Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</span></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan :</strong> Apakah boleh tidur dengan kaki menghadap ke kiblat?</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawaban :</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tidak mengapa jika seseorang tidur dan kakinya menghadap kiblat. Bahkan para fuqaha’ rahimahumullah berkata : Orang sakit yang tidak mampu berdiri dan tidak mampu duduk shalat sambil miring menghadap kiblat, dan jika tidak mampu juga maka ia sholat telentang dan kedua kakinya menghadap kiblat. (Fatawa Ibnu Utsaimin 2/976)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Diterjemahkan dari :</em><em> </em><em><a href="http://islamqa.com/ar/ref/20943">http://islamqa.com/ar/ref/20943</a></em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#000000;"> Sumber: </span><a href="http://tholib.wordpress.com/2009/11/12/tidur-dengan-kaki-menghadap-ke-kiblat-bolehkah/"><span style="color:#000000;">http://tholib.wordpress.com/2009/11/12/tidur-dengan-kaki-menghadap-ke-kiblat-bolehkah/</span></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/'>As SuNNaH</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/fatawa/'>FaTaWa</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/fatawa/'>FaTaWa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1706&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/17/tidur-dengan-kaki-menghadap-kiblat-bolehkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/kamar-tidur.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/kamar-tidur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kamar tidur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa Banyak Sebaiknya Kenaikan Berat Badan Selama Hamil?</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/16/berapa-banyak-sebaiknya-kenaikan-berat-badan-selama-hamil/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/16/berapa-banyak-sebaiknya-kenaikan-berat-badan-selama-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 09:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[KeSeHaTaN]]></category>
		<category><![CDATA[UmuM]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1700</guid>
		<description><![CDATA[Kenaikan berat badan merupakan hal yang lumrah saat hamil. Proporsi kenaikan ini berasal dari bagian janin (berat janin, ari-ari, volume ketuban) atau dari ibu (rahim yang membesar, payudara membesar, volume darah dan cairan tubuh meningkat, atau cadangan lemak dan protein meningkat) Secara umum sebaiknya ibu hamil mengalami kenaikan rata-rata sebanyak 10-12,5 kg hingga saat melahirkan. Memang&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/16/berapa-banyak-sebaiknya-kenaikan-berat-badan-selama-hamil/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1700&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Kenaikan berat badan merupakan hal yang lumrah saat hamil. Proporsi kenaikan ini berasal dari bagian janin</span><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/hamil.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1701" title="hamil" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/hamil.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></span></a><span style="color:#000000;"> (berat janin, ari-ari, volume ketuban) atau dari ibu (rahim yang membesar, payudara membesar, volume darah dan cairan tubuh meningkat, atau cadangan lemak dan protein meningkat)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Secara umum sebaiknya ibu hamil mengalami <strong><span style="color:#003300;"><em>kenaikan rata-rata sebanyak 10-12,5 kg</em></span></strong> hingga saat melahirkan. Memang pada kehamilan trimester pertama kadang bukannya mengalami kenaikan berat badan, malah mengalami penurunan akibat mual dan muntah. Namun setelah usia kehamilan 4 bulan kenaikan berat badan dapat mencapai 1-2 kg perbulan. Hati-hati apabila kenaikan berat badan kurang dari 1 kg atau lebih dari 3 kg setiap bulannya. Pertumbuhan berat janin akan terpengaruh apabila kenaikan berat badan tidak semestinya setlah usia kehamilan 6 bulan.<span id="more-1700"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selama hamil sebaiknya ibu makan lebih banyak dibandingkan biasanya (lebih tinggi 200-300 kalori perharinya). Harus diingat bahwa “makan untuk 2 orang” tidak berarti “makan dua kali lebih banyak”. Perhatikan makanan yang mengandung tinggi lemak dan manis. Juga perlu diingat bahwa selama kehamilan bukanlah saat yang tepat untuk melakukan diet.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kenaikan berat badan juga dipengaruhi pada kondisi berat badan sebelum hamil. <strong>Menurut American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG)</strong> kenaikan berat badan pada <strong><em><span style="color:#003300;">berat badan normal adalah 12,5- 17,5 kg</span></em></strong>. Apabila <strong><em><span style="color:#003300;">berat badan kurang</span></em></strong> diharapkan kenaikan lebih banyak, <strong><em><span style="color:#003300;">mencapai 14-20 kg</span></em></strong>. Pada<span style="color:#003300;"><strong><em> berat badan berlebih atau obesitas</em></strong></span> tetap diharapkan adanya kenaikan namun tidak terlalu banyak, yaitu <strong><em>sekitar 7,5-10 kg</em></strong> atau paling tidak 7,5 kg pada obesitas. Pada ibu hamil dengan <strong><em><span style="color:#003300;">janin kembar</span></em></strong> bahkan diharapkan<strong><em><span style="color:#003300;"> kenaikan 17,5-22,5 kg</span></em></strong>.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber : Dr. Prima Progestian, SpOG. Women&#8217;s Health, Our Priority : <a href="http://drprima.com/kehamilan/berapa-banyak-sebaiknya-kenaikan-berat-badan-selama-hamil.html">Berapa Banyak Sebaiknya Kenaikan Berat Badan Selama Hamil?</a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/'>KeSeHaTaN</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/umum/'>UmuM</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1700&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/16/berapa-banyak-sebaiknya-kenaikan-berat-badan-selama-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/hamil.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/hamil.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hamil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Usia Kehamilan</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/14/cara-menghitung-usia-kehamilan/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/14/cara-menghitung-usia-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 13:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[KeSeHaTaN]]></category>
		<category><![CDATA[UmuM]]></category>
		<category><![CDATA[HaMiL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[Pengetahuan akan Menghitung Usia Kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/14/cara-menghitung-usia-kehamilan/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1688&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/menghitung-usia-kehamilan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1689" title="menghitung-usia-kehamilan" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/menghitung-usia-kehamilan.jpg?w=640" alt=""   /></a>Pengetahuan akan <strong>Menghitung Usia Kehamilan</strong> masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Janin/"><span style="color:#000000;">perkembangan atau </span></a><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Janin/"><span style="color:#000000;">pertumbuhan organ</span></a><span style="color:#000000;"> apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Konsumsi-Yang-Beresiko-Selama-Kehamilan"><span style="color:#000000;">boleh dan tidak boleh</span></a><span style="color:#000000;"> dilakukan selama usia kehamilan tersebut. Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke </span><a href="http://www.bidanku.com/"><span style="color:#000000;">bidan</span></a><span style="color:#000000;">, sehingga dengan demikian diharapkan kehamilanyang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.<span id="more-1688"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Terjadinya-Kehamilan"><span style="color:#000000;">kehamilan</span></a><span style="color:#000000;"> masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan. Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Janin"><span style="color:#000000;">panjang janin</span></a><span style="color:#000000;">, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat dilakukan sendiri. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menghitung usia kehamilannya yang memiliki tingkat akurasi yang baik, diantaranya berdasar kepada:</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<h4><span style="color:#003300;">Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)</span></h4>
<p><span style="color:#000000;">Untuk dapat menghitung usia kehamilan anda berdasar HPHT hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki </span><a href="http://bidanku.com/index.php?/Haid-Terlambat-akibat-Keguguran"><span style="color:#000000;">siklus haid</span></a><span style="color:#000000;"> normal dan teratur (28-30 hari). Untuk taksiran usia kehamilan berdasar HPHT dapat menggunakan rumus <em>Neagele</em>, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung hari perkiraan </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Bolehkah-Menggunakan-Stagen-atau-Gurita-Setelah-Melahirkan"><span style="color:#000000;">lahir</span></a><span style="color:#000000;"> (HPL). Penggunaan rumus ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunnnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi.</span><br />
<span style="color:#000000;"> </span></p>
<p><span style="color:#003300;"><strong>contoh:</strong></span></p>
<p>Jika HPHT anda adalah 16 nov 2008, maka:</p>
<p><span style="color:#000000;">16 -11 &#8211; 08</span><br />
<span style="color:#000000;">+     -    +</span><br />
<span style="color:#000000;">7     3    1<br />
23 &#8211; 8 -  09 (ini tanggal HPL)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jadi taksiran waktu kelahiran anda adalah tanggal 23 agustus 2009, sedangkan untuk usia kehamilan tinggal menghitungnya setiap tanggal 23, jadi pada saat tgl 23 desember , berarti usia kehamilan anda menginjak satu bulan, 23 januari usia kehamilan 2 bulan &#8230;dst.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Untuk Hari Perkiraan Lahir sebaiknya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<h4><span style="color:#003300;">Tinggi Puncak Rahim</span></h4>
<p><span style="color:#000000;">Cara menghitung usia </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Hormon-Hormon-Kehamilan"><span style="color:#000000;">kehamilan</span></a><span style="color:#000000;"> dengan metode tinggi puncak rahim adalah dengan meraba puncak rahim yang menonjol di dinding perut. Penghitungan dimulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim. Misalnya, jika jarak antara tulang kemaluan sampai puncak rahim adalah 18 cm, berarti </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Mengatasi-Keluhan-Keluhan-Yang-Terjadi-Selama-Kehamilan"><span style="color:#000000;">kehamilan</span></a><span style="color:#000000;"> anda berusia 18 cm. Penghitungan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan jari tangan. Setiap kenaikan 3 jari tangan menunjukkan pertambahan usia 3 minggu. Jika puncak rahim sudah berada di atas pusar, kenaikan jari menunjukkan pertambahan usia 4 minggu.</span><br />
<span style="color:#000000;">Namun, menghitung usia kehamilan dengan cara ini sudah jarang dilakukan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain kedua cara tersebut di atas, sebetulnya ada dua cara lagi yang dapat dilakukan yaitu dengan mendeteksi</span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Janin-Usia-3-Bulan"><span style="color:#000000;">denyut jantun janin</span></a><span style="color:#000000;"> pertama kali dan deteksi </span><a href="http://www.bidanku.com/index.php?/Perkembangan-Janin-Usia-4-Bulan"><span style="color:#000000;">gerakan janin</span></a><span style="color:#000000;"> pertama kali. Namun untuk kedua metode ini tingkat akurasinya kurang, karena denyut jantung janin dan gerakan janin untuk pertama kali masih lemah, sehingga menyulitkan untuk medeteksinya.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">. </span></p>
<p><span style="color:#003300;">Sumber : Bidanku.com.</span><a href="http://bidanku.com/index.php?/Cara-Menghitung-Usia-Kehamilan"><span style="color:#003300;"> Cara Menghitung Usia Kehamilan.</span></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/'>KeSeHaTaN</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/kesehatan/umum/'>UmuM</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/hamil/'>HaMiL</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1688/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1688&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/14/cara-menghitung-usia-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/menghitung-usia-kehamilan2.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/menghitung-usia-kehamilan2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">menghitung-usia-kehamilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/menghitung-usia-kehamilan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">menghitung-usia-kehamilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wajib mengqadha Shalat yang Tertinggal</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/07/wajib-mengqadha-shalat-yang-tertinggal/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/07/wajib-mengqadha-shalat-yang-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 12:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As SuNNaH]]></category>
		<category><![CDATA[ShoLaT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1680</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam &#8220;Artinya : Dari Anas bin Malik Radhiyallahu &#8216;Anhu, dia berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berrsabda, &#8216;Barangsiapa lupa shalat, hendaklah dia mengerjakannya ketika mengingatnya, tiada kafarat baginya kecuali yang demikian itu (Mengqadha)&#8221;. Lalu beliau membaca firman Allah. &#8216;Dan, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku&#8217;&#8221;. Dalam riwayat Muslim disebutkan: &#8220;Barangsiapa&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/07/wajib-mengqadha-shalat-yang-tertinggal/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1680&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000080;"><em>Oleh: Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam</em></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">&#8220;Artinya : Dari Anas bin Malik Radhiyallahu &#8216;Anhu, dia berkata:</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">&#8220;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berrsabda, <strong>&#8216;Barangsiapa lupa shalat, hendaklah dia mengerjakannya ketika mengingatnya, tiada kafarat baginya kecuali yang demikian itu (Mengqadha)&#8221;.</strong> Lalu beliau membaca firman Allah. &#8216;Dan, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku&#8217;&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Dalam riwayat Muslim disebutkan:</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;"><strong>&#8220;Barangsiapa lupa shalat atau tertidur sehingga tidak mengerjakannya, maka kafaratnya ialah mengerjakannya selagi mengingatnya&#8221;.</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000080;"><strong><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/masjid-nabvi-night.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1682" title="Masjid-Nabvi @ night" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/masjid-nabvi-night.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffffff;"><strong>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>MAKNA HADITS</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Shalat memiliki waktu tertentu dan terbatas, awal dan akhirnya, tidak boleh memajukan shalat sebelum waktunya dan juga tidak boleh mengakhirkan shalat hingga keluar dari waktunya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Namun jika seseorang tertidur hingga tertinggal</strong> mengerjakannya<strong>atau dia lupa hingga keluar dari waktunya</strong>, maka dia tidak berdosa karena alasan itu(tertidur atau lupa), <strong>TETAPI:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>&#8220;Dia harus langsung mengqadha&#8217;nya selagi sudah mengingatnya dan tidak boleh menundanya, karena kafarat pengakhiran ini ialah segera mengqadha&#8217;nya</strong>.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Maka Allah berfirman: &#8220;Artinya: Dan, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku&#8221; [Thaha : 14]</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam membaca ayat ini ketika menyebutkan hukum ini, <strong>mengandung pengertian bahwa pelaksanaan qadha&#8217; shalat itu ialah ketika sudah mengingatnya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><strong>.</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;"><strong>PERBEDAAN PENDAPAT DI KALANGAN ULAMA</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Para ulama saling berbeda pendapat, apakah boleh menundanya ketika sudah mengingatnya ataukah harus langsung mengerjakannya .?</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Jumhur (Mayoritas) ulama mewajibkan pelaksanaannya secara langsung.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;">Mereka yang berpendapat seperti ini ialah tiga imam, <strong>Abu Hanifah, Malik, Ahmad </strong>dan para pengikut mereka.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;">Sementara <strong>Asy-Syafi&#8217;i mensunatkan pelaksanaannya secara langsung dan boleh menundanya</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Asy-Syafi&#8217;i berhujjah bahwa ketika Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para shahabat tertidur, mereka tidak melaksanakan qadha&#8217; shalat di tempat mereka tidur.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Tapi beliau memerintahkan agar mereka menghela hewan-hewan mereka ke tempat lain, lalu beliau shalat di tempat tersebut. Sekiranya qadha&#8217; ini wajib dilaksanakan secara langsung seketika itu pula, tentunya mereka juga shalat di tempat mereka tertidur.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Adapun jumhur berhujjah dengan hadits dalam bab ini, yang langsung menyebutkan shalat secara langsung. Mereka menanggapi hujjah Asy-Syafi&#8217;i, bahwa makna langsung di sini bukan berarti tidak boleh menundanya barang sejenak, dengan tujuan untuk lebih menyempurnakan shalat dan memurnikannya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Boleh menunda dengan penundaan yang tidak seberapa lama untuk menunggu jama&#8217;ah atau memperbanyak orang yang berjama&#8217;ah atau lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Masalah ini dikupas tuntas oleh Ibnul Qayyim di dalam kitab &#8216;Ash-Shalat&#8217; dan dia menegaskan pendapat yang menyatakan pembolehan penundaannya.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">Mereka saling berbeda pendapat tentang <strong>orang yang meninggalkan secara sengaja hingga keluar waktunya</strong>, <strong>apakah dia harus mengqadha&#8217;nya ataukah tidak..?</strong></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;">Kami akan meringkas topik ini dari uraian Ibnul Qayyim di dalam kitab &#8216;Ash-Shalat&#8217;, karena uaraiannya di sana disampaikan secara panjang lebar.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Para ulama telah sepakat bahwa orang yang menunda shalat tanpa alasan hingga keluar dari waktunya, mendapat dosa yang besar.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">Namun empat imam sepakat mewajibkan qadha&#8217; di samping dia mendapat hukuman, kecuali dia memohon ampun kepada Allah atas perbuatannya itu.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Ada sejumlah ulama salaf (terdahulu) dan khalaf (zaman terakhir) yang menyatakan, siapa menunda shalat hingga keluar dari waktunya tanpa ada alasan, maka tidak ada lagi qadha&#8217; atas dirinya sama sekali, bahwa qadha&#8217;nya tidak akan diterima, dan dia harus bertaubat dengan &#8216;taubatan nashuha&#8217;, harus memperbanyak istighfar dan shalat nafilah.</strong></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Ulama-Ulama yang mewajibkan qadha&#8217; berhujjah bahwa jika qadha&#8217; ini diwajibkan atas orang yang lupa dan tertidur, padahal keduanya di ma&#8217;afkan, maka kewajibannya atas orang yang tidak dima&#8217;afkan dan orang yang durhaka jauh lebih layak (lebih Pantas).</strong></span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color:#000080;">Disamping itu, Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan para shahabat pernah shalat Ashar setelah masuk waktu Maghrib pada perang Khandaq.  Sebagaimana yang diketahui, mereka tidak tertidur dan tidak lupa, meskipun sebagian di antara mereka benar-benar lupa, tapi toh mereka tidak semua lupa. Yang ikut mendukung kewajiban qadha&#8217; ini ialah Abu Umar bin Abdul-Barr.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Adapun di antara orang-orang yang tidak mewajibkan qadha&#8217; bagi orang yang sengaja menunda shalat ialah golongan Zhahiriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">Di dalam kitab Ash-Shalat, Ibnul Qayim menyebutkan berbagai macam dalil untuk menolak alasan yang tidak sependapat dengannya. Di antaranya ialah apa yang dapat di pahami dari hadits ini, bahwa sebagaimana yang dituturkan, <strong>kewajiban qadha&#8217; ini tertuju kepada orang yang lupa dan tertidur.  Berati yang lainnya tidak wajib.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;">Perintah-perintah syari&#8217;at itu dapat dibagi menjadi dua macam:</span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Tidak terbatas </strong>dan <strong>temporal seperti Jum&#8217;at hari Arafah</strong>.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Ibadah-ibadah semacam ini tidak diterima kecuali dilaksanakan pada waktunya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Yang lainnya ialah shalat yang ditunda hingga keluar dari waktunya tanpa alasan.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;">&#8220;Barangsiapa mendapatkan satu raka&#8217;at dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia telah mendapatkan shalat Ashar&#8221;, sekiranya shalat Ashar itu dikerjakan setelah Maghrib lebih benar dan mutlak, tentu orangnya lebih mendapatkan shalat Ashar, baik dia mendapatkan satu raka&#8217;at atau kurang dari satu raka&#8217;at atau dia sama sekali tidak mendapatkan sedikitpun darinya.</span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">Orang-orang yang berperang juga diperintahkan shalat, meski dalam situasi yang genting dan rawan.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Semua itu menunjukkan tekad pelaksanannya pada waktunya. Sekiranya di sana ada rukhsah, tentunya mereka akan menundanya, agar mereka dapat mengerjakannya lengkap dengan syarat dan rukun-rukunnya, yang tidak mungkin dapat dipenuhi ketika perang sedang berkecamuk.</span></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>Hal ini menunjukkan pelaksanaannya pada waktunya, di samping mengerjakan semua yang diwajibkan dalam shalat dan yang disyaratkan di dalamnya.</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">Tentang tidak diterimanya qadha&#8217; orang yang <strong>SENGAJA</strong> menunda shalat hingga keluar dari waktunya, bukan berarti dia lebih ringan dari orang-orang yang diterima penundaannya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Mereka ini tidak berdosa(mengqadhanya). Kalaupun qadha&#8217;nya tidak diterima, hal itu dimaksudkan sebagai hukuman atas dirinya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Ibnul Qayyim menguaraikan panjang lebar masalah ini.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Maka siapa yang hendak mengetahuinya lebih lanjut, silakan lihat kitabnya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Uraian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang masalah ini disampaikan di dalam &#8216;Al-Ikhiyarat&#8217;.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Dia berkata: <strong>&#8220;Orang yang meninggalkan shalat secara sengaja, tidak disyari&#8217;atkan qadha&#8217; bagi dirinya dan tidak sah qadha&#8217;nya. Tapi dia harus memperbanyak tathawu&#8217;.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;">Ini juga merupakan pendapat segolongan orang-orang salaf seperti Abu Abdurrahman rekan Asy-Syafi&#8217;i, Daud dan para pengikutnya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Tidak ada satu dalil pun yang bertentangan dengan pendapat ini dan bahkan sejalan dengannya.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Yang condong kepada pendapat ini ialah Syaikh Shiddiq hasan di dalam kitabnya, &#8216;Ar-Raudhatun Nadiyyah&#8217;.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">Inilah yang dapat kami ringkas tentang masalah ini, dan Allah-lah yang lebih mengetahui mana yang lebih benar.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#000080;">[Disalin dari kitab Taisirul-Allam Syarh Umdatul Ahkam, Edisi Indonesia Syarah Hadits Pilihan Bukhari Muslim, Pengarang Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam, Penerbit Darul Fallah]</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><strong><em><span style="color:#000080;">KESIMPULAN HADITS DAN HUKUM-HUKUMNYA</span></em></strong></p>
<blockquote><p><span style="color:#000080;"><strong>[1]. Kewajiban qadha&#8217; shalat bagi orang yang lupa dan tertidur, yang dilaksanakan ketika mengingatnya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>[2]. Kewajiban segera melaksanakannya, karena penundaannya setelah mengingatkannya sama dengan meremehkannya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>[3]. Tidak ada dosa bagi orang yang menunda shalat bagi orang yang mempunyai alasan, seperti lupa dan tertidur, selagi dia tidak mengabaikannya, seperti tidur setelah masuk waktu atau menyadari dirinya tidak memperhatikan waktu, sehingga dia tidak mengambil sebab yang dapat membangunnkannya pada waktunya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000080;"><strong>Kafarat yang disebutkan di sini bukan karena dosa yang dilakukan, tapi makna kafarat ini, bahwa karena meninggalkan shalat itu dia tidak bisa mengerjakannya yang lainnya, seperti memberi makan, memerdekakan budak atau ketaatan lainnya. Berarti dia tetap harus mengerjakan shalat itu.</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="color:#000080;">[Disalin dari kitab Taisirul-Allam Syarh Umdatul Ahkam, Edisi Indonesia Syarah Hadits Pilihan Bukhari Muslim, Pengarang Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Shalih Ali Bassam, Penerbit Darul Fallah]</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Sumberi: <a rel="nofollow" href="http://www.almanhaj.or.id/content/1613/slash/0" target="_blank">http://www.almanhaj.or.id/content/1613/slash/0</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/'>As SuNNaH</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/sholat-as-sunnah/'>ShoLaT</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/sholat-as-sunnah/'>ShoLaT</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1680&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/07/wajib-mengqadha-shalat-yang-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/masjid-nabvi-night.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/masjid-nabvi-night.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid-Nabvi @ night</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/masjid-nabvi-night.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid-Nabvi @ night</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Komunitas Salafi</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/05/mengenal-komunitas-salafi/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/05/mengenal-komunitas-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 09:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As SuNNaH]]></category>
		<category><![CDATA[ManHaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1672</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Rimbun Natamarga . Menjadi salafi berarti memilih sesuatu yang lain. Seorang peneliti antropologi, sayangnya, belum jeli melihat kenyataan ini. Sampai sekarang, belum ada kajian antropologi yang concern mengkaji kehidupan komunitas Salafi. Belum ada karya antropolog yang berwibawa, sewibawa karya-karya Clifford Geertz tentang masyarakat Jawa, mengangkat komunitas Salafi sebagai bahan penelitian. Yang patut dicatat, Salafi bukan&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/05/mengenal-komunitas-salafi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1672&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#800000;"><strong><em>Oleh Rimbun Natamarga</em></strong></span></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/komunitas-salafi.jpg"><img class="size-full wp-image-1674 aligncenter" title="komunitas salafi" src="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/komunitas-salafi.jpg?w=640" alt=""   /></a></em></p>
<p><span style="color:#ffffff;"><em><span style="font-style:normal;">.</span></em></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Menjadi salafi berarti memilih sesuatu yang lain. Seorang peneliti antropologi, sayangnya, belum jeli melihat kenyataan ini. Sampai sekarang, belum ada kajian antropologi yang <em>concern</em> mengkaji kehidupan komunitas Salafi. Belum ada karya antropolog yang berwibawa, sewibawa karya-karya Clifford Geertz tentang masyarakat Jawa, mengangkat komunitas Salafi sebagai bahan penelitian.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Yang patut dicatat, Salafi bukan teroris. Selama ini, publik selalu saja menggambarkan bahwa teroris adalah Salafi dan Salafi adalah teroris. Padahal, yang sebenarnya, orang-orang yang melakukan aksi terorisme berkedok Islam dan jihad melawan pemerintah serta mengafirkan orang-orang banyak, termasuk juga meledakkan bom di sana-sini, adalah gerombolan pencatut label Salafi dalam landasan aksi-aksi mereka.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Kalau kita mau jeli, dan meneliti secara jujur dan berani, kita akan menemukan bahwa teroris adalah teroris dan Salafi adalah Salafi. Sepertinya, tahun-tahun sekarang bakal membutuhkan banyak tenaga antropolog untuk meneliti tentang subjek ini. Jika tidak, bias istilah akan semakin merajalela.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mengapa antropolog? Justru karena mereka yang mau dan mampu melihat dari dalam. Salafi itu komunitas aneh, jauh berbeda dari orang-orang kebanyakan. Bahkan, dapat dikatakan, mereka ada sebagai sebuah subkultur yang eksis dan ada di tengah-tengah masyarakat kita. Hanya tinggal kita: apakah kita mau dan jeli melihatnya?</span></p>
<p><span style="color:#800000;">.<span id="more-1672"></span></span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Salaf, Salafi, Komunitas Salafi</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Di Indonesia, menyebut istilah salaf, asosiasi banyak orang akan terarah pada sebuah pesantren tradisional yang tak berijazah, tak berkurikulum sebagaimana sekolah umum dan madrasah-madrasah modern, santri-santri yang bersarung dan berkopiah menenteng Al-Qur’an untuk mengaji di masjid pesantren. Mereka diasuh oleh seorang kiai bersarung yang jelas bukan PNS bukan pula pegawai perusahaan swasta tapi punya penghasilan lewat tanah-tanah sawah yang digarap atau kebun yang dipanen.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Asosiasi itu akan semakin lengkap dengan bentuk pesantren yang sungguh-sungguh apa-adanya. Ada masjid, bangunan sederhana untuk asrama ala kadarnya, bangunan mck untuk santri yang menginap, dan sudah tentu bangunan rumah kiai yang memimpin pesantren itu. Lokasi pesantren itu pun akan berada di suatu desa, bukan di kota. Masyarakat desa menghormati keberadaan pesantren itu, sebagaimana mereka menghormati kiai yang memimpinnya.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dan akan semakin lengkap dengan gambaran tentang kegiatan mereka yang mengkaji kitab-kitab Arab gundul. Mereka duduk melingkari kiai itu mendengarkan penjelasannya. Belajar bagi mereka adalah menghafal isi kitab-kitab gundul itu. Satu-satunya kitab yang tidak gundul untuk mereka hanya kitab suci Al-Qur’an.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tapi, bukan itu yang dimaksud dengan istilah salaf yang ada di sini. Bahkan santri-santri dalam asosiasi kita itu hanya akan disebut dengan istilah santri salaf. Pesantrennya, pesantren salaf. Bukan Salafi.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Terkait dengan tulisan ini, Salaf dimaksud sebagai istilah untuk generasi pertama dari kalangan sahabat Nabi Muhammad (murid-murid Nabi langsung), <em>tabiin</em> (murid-murid sahabat nabi itu), dan tabiut tabiin (murid-murid para tabiin itu). Dilihat dari segi waktu, tiga generasi itu terentang dalam kurang lebih dua ratus tahun pertama sejak ayat-ayat Al-Qur’an pertama kali turun.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dalam praktek agama, mereka diyakini sebagai orang-orang yang masih berada di atas fitrah dan ajaran Islam yang masih murni dan selamat. Mereka menyaksikan wahyu turun dan melihat langsung praktek-praktek Nabi atas wahyu itu. Mereka kemudian ikut mempraktekkan dan meneruskan kepada murid-murid mereka (para tabiin). Murid-murid mereka pun mengajarkan kepada murid-murid mereka lagi (tabiut tabiin).</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Praktek agama mereka, baik itu dalam cara memahami Qur’an dan Hadis ataupun dalam cara melaksanakannya, disebut dengan istilah mazhab kaum Salaf. Dan setiap orang setelah mereka, siapa pun dan di mana pun itu, yang mempraktekkan pemahaman dan cara-cara ibadah mereka disebut dengan Salafi atau pengikut Salaf.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Dengan pengertian seperti itu, dari sejak zaman Imam Safei sampai hari Kiamat nanti, orang-orang yang disebut Salafi akan terus ada selama ada yang mempraktekkan pemahaman dan praktek ibadah generasi Salaf. Dan itu tidak terbatas pada wilayah Timur Tengah saja, tetapi merentang jauh menembus sampai ke New York, Toronto, London, Paris, Lyon, Amsterdam.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Tentu saja, juga di daratan Cina, belahan Afrika Utara, Somalia, Pakistan, India, Semenanjung Malaya, dan Indonesia. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya adalah kota-kota besar di Jawa yang banyak dihuni oleh komunitas Salafi. Aceh, Medan, Pekan Baru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Balikpapan, Bontang, Makassar, Ambon, Jayapura, dan kota-kota kabupaten yang lain sudah pasti ada. Orang-orang yang sejatinya disebut Salafi ada di sekitar kita.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">.</span></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Eksistensi Salafi di Sekitar Kita</strong></span></p>
<p><span style="color:#800000;">Komunitas mereka tetap eksis sampai sekarang, baik di kehidupan nyata kita sehari-hari ataupun di dunia maya. Situs-situs mereka terus diakses. Blog-blog Salafi terus memberikan informasi seputar dakwah mereka. Mereka pun mengeluarkan majalah-majalah dakwah mereka. Tiap Jum’at, di kota-kota di Indonesia, buletin-buletin Jum’at mereka ditebar. Di sejumlah kota, bahkan, stasiun-stasiun radio mereka mengudarakan acara-acara kajian dakwah mereka. Dan sudah pasti: dai-dai Salafi terkadang mengisi khutbah-khutbah Jum’at di masjid-masjid sekitar kita.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Satu-satunya yang belum mereka rambah adalah televisi. Akan tetapi, ini terkait dengan prinsip yang masih mereka pegang teguh dalam berdakwah. Kita pasti tidak akan habis pikir mendengar alasan mereka tentang itu. Menghormati pendapat mereka, kita pasti bisa memahami dan menerima alasan mereka yang dipakai mereka.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Istilah yang tepat untuk melukiskan hakikat sebenarnya tentang komunitas Salafi adalah komunitas belajar kitab gundul. Sebab aktivitas mereka tampaknya berporos pada pengajian kitab-kitab gundul yang menjadi bagian khazanah Islam.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Mereka secara rutin—baik itu harian, mingguan, bulanan atau pun tahunan—mengkaji kitab-kitab tersebut dan menerapkannya dalam aktivitas harian mereka, mulai dari aktivitas sosial kemasyarakatan, aktivitas beribadah kepada Allah, sampai kepada aktivitas pribadi dengan pasangan hidup masing-masing mereka di atas ranjang. Bagi sebagian pengamat Islam, komunitas Salafi itu akan digolongkan ke dalam kelompok muslim literalis.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Menariknya, komunitas mereka adalah komunitas yang terbuka (<em>open community</em>). Kebanyakan orang di luar mereka justru menilai mereka sebagai komunitas yang eksklusif, serba tertutup dan tersendiri, hanya dari melihat penampilan luar mereka. Padahal, nyatanya tidak. Mereka terbuka terhadap siapa pun di luar mereka yang ingin tahu tentang mereka. Mulai dari seorang pejalan kaki yang kebetulan mampir sampai intel-intel yang bekerja untuk Densus 88 Polri boleh menghadiri pengajian-pengajian kitab mereka. Asal saja tidak mengganggu dan menyakiti mereka.</span></p>
<p><span style="color:#800000;">Selain itu, tidak ada baiat atau sumpah keanggotaan untuk bergaul atau bergabung dengan komunitas mereka. Demikian pula, siapa pun yang ikut mengaji kitab-kitab gundul dengan mereka dapat keluar dan pergi kapan pun dan di mana pun dari lingkaran komunitas mereka. Tidak ada istilah akan dikejar atau diintimidasi oleh mereka akibat tindakan seperti itu bagi siapa pun yang melakukannya. Sekali lagi, komunitas Salafi bukan sekumpulan jaring klandestin yang susah untuk dilacak.[]</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p>Sumber :</p>
<ul> http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/25/mengenal-komunitas-salafi/</ul>
<p><a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/25/mengenal-komunitas-salafi/"></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/'>As SuNNaH</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/manhaj/'>ManHaj</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/manhaj/'>ManHaj</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1672/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1672&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2011/02/05/mengenal-komunitas-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/komunitas-salafi.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/komunitas-salafi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">komunitas salafi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2011/02/komunitas-salafi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">komunitas salafi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dauroh : Mengenal Islam Menurut Pemahaman Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2010/12/12/dauroh-mengenal-islam-menurut-pemahaman-ahlussunnah-wal-jamaah/</link>
		<comments>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2010/12/12/dauroh-mengenal-islam-menurut-pemahaman-ahlussunnah-wal-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 00:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Zahrah</dc:creator>
				<category><![CDATA[As SuNNaH]]></category>
		<category><![CDATA[INfoRmaSi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bentengkehidupan.wordpress.com/?p=1666</guid>
		<description><![CDATA[DAUROH 2 HARI &#160; “MENGENAL ISLAM MENURUT PEMAHAMAN AHLUSSUNNAH WAL  JAMA’AH” &#160; Oleh : Ustadz Abdul Qadir, Lc (Pengasuh PonPes Al Ihsan Gowa) &#160; Hari ke-1 Hari/ Tanggal : Sabtu/ 18 Desember 2010 Waktu : 10.30 – 15.00 wita Tempat : Masjid Darul Hikmah Perdos Universitas Tadulako Palu &#160; Hari ke-2 Hari/ Tanggal : Ahad/&#160;&#8230; <a href="http://bentengkehidupan.wordpress.com/2010/12/12/dauroh-mengenal-islam-menurut-pemahaman-ahlussunnah-wal-jamaah/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1666&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong><em>DAUROH 2 HARI</em></strong></span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>“MENGENAL ISLAM MENURUT PEMAHAMAN </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>AHLUSSUNNAH WAL  JAMA’AH”</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>Oleh : Ustadz Abdul Qadir, Lc</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><em>(Pengasuh PonPes Al Ihsan Gowa)</em></span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Hari ke-1</span></strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Hari/ Tanggal : Sabtu/ 18 Desember 2010</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Waktu : 10.30 – 15.00 wita</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Tempat : Masjid Darul Hikmah Perdos Universitas Tadulako Palu</span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>Hari ke-2</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Hari/ Tanggal : Ahad/ 19 Desember 2010</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Waktu : 09.00 – 11.30 wita</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Tempat : Masjid MAN MODEL Palu</span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong>CP : 081338703373</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/'>As SuNNaH</a>, <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/category/as-sunnah/informasi/'>INfoRmaSi</a> Tagged: <a href='http://bentengkehidupan.wordpress.com/tag/informasi/'>INfoRmaSi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bentengkehidupan.wordpress.com/1666/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bentengkehidupan.wordpress.com&amp;blog=8860969&amp;post=1666&amp;subd=bentengkehidupan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bentengkehidupan.wordpress.com/2010/12/12/dauroh-mengenal-islam-menurut-pemahaman-ahlussunnah-wal-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2010/12/wallbig3.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://bentengkehidupan.files.wordpress.com/2010/12/wallbig3.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">wallbig3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e4ec062ccee3fa63d64f440472dc80f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu Dzilqarnain</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
