SOAL :

Assalamu’alaykum. Kepada tim nukhba, saya mau Tanya. Saya sedang hamil 2 bulan. Apakah saya boleh minum madu atau jinten hitam? Jazakumullohu khoiron.

(M, Bumi Allah, +628122xxxxxx)


.

JAWAB :

Wassalamu’alaykum warahmatullohi wabarokatuh. Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala memuliakan kita semua.

Secara umum, wanita hamil diperbolehkan minum madu dan jinten, terutama dalam kondisi sakit. Adapun jika tidak sakit, membiasakan mengonsumsi madu tanpa dicampur  air kurang bagus. Ini disebabkan hampir semua madu daya caharnya sangat kuat. Penggunaan air dicampur madu minimalnya mampu mengurangi daya cahar madu. Madu bila tidak dicampur dengan air [1] dikhawatirkan bisa menyebabkan sembelit dan volume kencing bertambah pada bumil.

Ini juga berlaku untuk jinten mengingat dua jenis bahan ini sama-sama pencahar. Jika bumil sedang sakit, missal batuk radang tenggorokan, maka diperbolehkan minum jinten sesuai dosis (misalnya 4 tetes) [2]. Adapun untuk sakit perut, pusing-pusing dan nyeri badan, penggunaan jinten tidak disarankan.

Pemakaian jintan secara berlebihan akan kurang menguntungkan, di antaranya menyebabkan sembelit seperti madu. Bahkan minyak jinten bisa menggugurkan janin (lebih-lebih pada bumil trimester pertama). Adapun jika usia kehamilan menginjak trimester terakhir atau minimalnya di bulan kedelapan, mengonsumsi minyak jinten sedikit lebih ringan resikonya.

Dari pernyataan kami di atas bisa diambil kesimpulan, jika sebelum hamil Anda tidak terbiasa minum madu, lebih-lebih minyak jinten atau serbuk jinten, maka sebaiknya untuk saat ini jangan minum minyak jinten atau serbuknya. Sebab kemungkinan besar manfaatnya sangat sangat kecil bagi Anda, apalagi bila dilihat dari fungsi dasarnya minyak jinten ataupun serbuk jinten adalah sebagai suplemen dan pencahar. Jenis makanan seperti ini kurang cocok bagi bumil, meski untuk orang yang tidak hamil juga, dan sangat cocok untuk orang sakit selain pada saat hamil.

Jinten merupakan obat segala macam penyakit, maksudnya penyakit yang disebabkan oleh lendir. Sementara kondisi bumil tidak seperti orang biasa. Tubuhnya banyak mengandung lendir, baik lendir yang menyelimuti janin, kencing bayi, ketuban maupun hormone reproduksi. Masa hamil merupakan masa pengumpulan lendir. Jika lendir ini sering dikuras, dikhawatirkan jumlahnya berkurang meski setiap hari ada suplemen yang masuk. Jika kondisi kurangnya lendir sangat parah, mengonsumsi makanan jenis ini bisa menyebabkan pendarahan, puncaknya keguguran. Oleh sebab itu, ini perlu anda pikirkan masak-masak. Lebih baik jika  sekadar untuk suplemen, baik dengan tujuan menguatkan rahim maupun menambah daya tahan tubuh, alihkan saja kepada makanan yang bisa anda makan, misalnya sayur-sayuran atau kacang-kacangan atau makanan lainnya. Tanyakan kepada dokter  atau ahli gizi Anda.

Wallohu a’lam, semoga bermanfaat.

.

Catatan :

[1] Baik air hangat maupun dingin, misalnya madu satu sendok makan dicampur dengan air 250 ml/satu gelas sedang.

[2] Kami tidak menyarankan jinten yang berupa serbuk.

.

Sumber :

Tim Nukhba. Majalah Almawaddah – Majalah untuk Keluarga Muslim Vol. 35 Dzulqo’dah 1431 H. Konsultasi Pengobatan Alami : Amankah Jinten Hitam bagi Bumil?

.

About these ads

2 responses »

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s