Friendship_Star_by_roseonthegrey

  • Berakhlak yang baik terhadap teman dan kerabat, karena hal tersebut merupakan hal yang terbaik (dari diri seorang muslim) yang dapat diberikan kepada teman maupun kerabat.
  • Berusaha menutup aib teman dengan memberikan maaf atas kesalahan mereka dan tidak mencari-cari terus kejelekan dan kesalahannya.
  • Memaafkan kesalahan dan tidak mencela dan memarahinya.

  • Tidak memperbanyak perselisihan dengan teman-temann dan bersepakat dengan mereka pada hal-hal yang sesuai dengan syari’at.
    • Meninggalkan hasad atas nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepada mereka baik berupa harta maupun ilmu. Hasad itu merupakan salah satu pilar kekufuran dan berujung kepada keburukan. Selayaknya bagi seorang muslim untuk senang gembira melihat saudaranya yang mendapatkan nikmat dan kebahagiaan.
    • Apabila bertemu dengan teman, janganlah menghadirkan hal-hal yang mereka benci sehingga memicu perselisihan yang fatal akibatnya.
    • Senantiasa bersikap malu (terhadap mereka dalam hal-hal yang tidak baik).
    • Bersikap setia dan tulus dalam mencintai mereka.
    • Menampakkan wajah yang berseri-seri dan murah senyum ketika bertemu dengan mereka, ucapan yang lembut, tenggang rasa, ringan tangan dalam menolong mereka dan menahan kemarahan terhadap mereka.
    • Lebih mengutamakan menjalin persahabatan dengan orang alim di antara mereka, atau yang pintar lagi pemaaf maupun orang yang bertaqwa lagi banyak berdo’a.
    • Menyampaikan nasihat kepada mereka dan menerima nasihat dari mereka.
    • Hendaknya tidak berjanji kepada mereka kemudian menyelisihinya, karena hal tersebut merubah rasa cinta menjadi kebencian.
    • Mendampingi yang malu di antara mereka untuk melarangnya melakukan penyimpangan dan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan buruk.
    • Hendaknya jangan menyakiti seorang mukmin dan tidak membodohi orang yang bodoh.
    • Mengasihi mereka secara tulus dan mengungkapkannya dengan salam kepada mereka, meluaskan tempat duduknya sehingga mereka dapat ikut duduk dan memanggil mereka dengan nama yang paling disenanginya.
    • Berhusnuzhzhan (berprasangka yang baik) terhadap ucapan-ucapan mereka selama hal tersebut memang kekeliruan.
    • Menjauhi sifat dendam, senantiasa memaafkan kesalahan mereka.
    • Meninggalkan sikap meremehkan teman, karena sifat yang seperti itu dapat menghilangkan kemuliaan akhlak.
    • Hendaknya tidak mengecap teman-temannya dengan perkataan yang mengandung fitnah dan adu domba.

     

    Wahai teman, saudara-saudariku yang seiman, sungguh nikmat rasanya jika kita mampu menerapkan akhlak-akhlak yang mulia ini. Ayo teman, tunjukkan kalau kita hamba-hamba Allah yang beradab dan berakhlak.


    Sumber : Aadaab Islaamiyyah Bab 19, ditulis oleh ‘Abdul Hamid bin ‘Abdirrahman as-Suhaibani. Penerbit: Daar Ibni Khuzaimah, 1414 H.


    About these ads

    »

    1. purnawati mengatakan:

      Amiin, semoga kita menjadi hamba Allah yang beradap dan berakhlak. Artikelnya bagus-bagus ukh, informatif dan edukatif.

    2. Sastree mengatakan:

      Hore..hore… (lho..??)

    3. sultan bone mengatakan:

      ana suka artikelnya, mantap selalu…….

    4. yogie mengatakan:

      sipp..sipp….selekedeb,mantabbb…

    5. Dini tiwi risky mengatakan:

      Thank’s atas tips’a smoga sy bisa menjalani’a dgn baik
      amin,,,,

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s